Seni Di Balik Secangkir Espresso: Lebih Dari Sekadar Kafein
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa rasa espresso di satu roastery bisa sangat berbeda dengan tempat lainnya? Bagi mata awam, espresso mungkin hanyalah cairan hitam pekat dalam cangkir mungil. Namun, bagi kami di Aroma Coffee, espresso adalah sebuah karya sains dan seni yang presisi.
1. Keajaiban Ekstraksi 25 Detik
Espresso yang sempurna tidak lahir dari kebetulan. Ada jendela waktu emas, biasanya antara 25 hingga 30 detik, di mana air panas bertekanan tinggi bertemu dengan bubuk kopi yang digiling halus. Jika terlalu cepat, rasanya akan asam dan encer (under-extracted). Jika terlalu lama, rasa pahit yang mengganggu akan muncul (over-extracted).
2. Rahasia Biji Kopi Gayo
Di Aroma, kami menggunakan biji kopi Arabika Gayo pilihan. Karakteristiknya yang full body dengan tingkat keasaman yang rendah serta sentuhan rasa nutty dan cokelat, menjadikannya basis espresso yang sangat mewah. Proses sangrai (roasting) kami kunci pada tingkat medium-dark untuk memastikan minyak alami kopi keluar dengan sempurna.
3. Crema: Mahkota Sang Juara
Salah satu ciri espresso berkualitas adalah lapisan crema di atasnya. Lapisan busa berwarna cokelat keemasan ini bukan sekadar hiasan. Crema menyimpan aroma paling intens dan menjadi indikator kesegaran biji kopi yang digunakan.
Kesimpulan
Menikmati espresso adalah cara terbaik untuk mengenal karakter asli sebuah biji kopi. Di setiap tegukannya, ada keringat petani di dataran tinggi Aceh dan ketelitian barista kami di meja bar.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar